Rabu, 24 Juli 2013

Nelayan Kata 24.07.13

- Telanjang rinduku yang begitu rapuh masih menunggu sebuah pertemuan yang utuh.

- Pikiran terjebak dalam labirin gelap memecah inginku, menunggu angin sejuk sebagai petunjuk mata batinku,

- Sebelah raga terasa belah, dan hanya Engkau-lah yang dapat kaburkan segala resah, Tuhanku.

Selasa, 23 Juli 2013

Nelayan Kata 23.07.2013

- Pada tempat yang tak sama kehidupan dan batas cinta  mungkin sedang terfana.

- Hati tak salah, pikiran kadang resah, bertanya kapankah dapat menanggalkan tandakkan rindu yang begitu megah?

- Bagaikan cahaya rembulan yang menunggu pelangi, begitulah hamparan angan yang menanti kenyataan.

Senin, 22 Juli 2013

Nelayan Kata 22.07.2013

- Mungkin kau dapat membelai cahaya ketika hembusan angin menuntunmu terbebas dari hamparan kabut.

- Langit menuliskan sejuta kata pada sebuah malam, yang kemudian lesap ke dalam tarikan nafas rindu yang begitu dalam.

- Inilah realita kehidupan, sejauh apapun kita pergi menjauh kelak seketika kita pasti akan terjatuh.

Minggu, 21 Juli 2013

Nelayan Kata 21.07.2013

- masih mengemas mimpi kemarin yang belum habis kita telusuri tuk hadir melanjutkan akhir dari malam ini.

- tiupan angin melemahkan raga, hanya sebuah kata yg pantas dikata, mungkinkah dapat terbaca oleh remang bulan kali ini?

- desir angin menuntun embun tanpa tau yang dituju, mungkin singgah menetes diranting tua itu, yang rapuh akan perjuangan.

Sabtu, 20 Juli 2013

Nelayan Kata

Pagi menjadi semakin buta ketika senyum dan cahaya kian memudar diterpa kerasnya putaran roda ini, ya, roda kehidupan.

Lihatlah kedalam diriku, tusuklah dengan seberkas cahayamu, sebab aku tak tertuntun diselimuti pekatnya gelap rindu ini.

Terdengar ketukan itu jauh dari dalam mimpi, adalah sebuah pilihan untuk tetap bersama angan dan hanyalah sebuah alasan untuk tak mampu melihat dan berjalan ditengah fana nya dunia.

Mungkin dapat kutitipkan sebuah tulisan bersama butiran pasir, agar suatu saat dapat terbaca sebagian keluh rinduku tentang kenangan itu.

Kudengarkan kicau itu, berharap terus menetap hingga kian mendekat. Namun kaki tak mampu berhenti dan hidup tak mampu menoleh menungunya