Pagi menjadi semakin buta ketika senyum dan cahaya kian memudar diterpa kerasnya putaran roda ini, ya, roda kehidupan.
Lihatlah kedalam diriku, tusuklah dengan seberkas cahayamu, sebab aku tak tertuntun diselimuti pekatnya gelap rindu ini.
Terdengar ketukan itu jauh dari dalam mimpi, adalah sebuah pilihan untuk tetap bersama angan dan hanyalah sebuah alasan untuk tak mampu melihat dan berjalan ditengah fana nya dunia.
Mungkin dapat kutitipkan sebuah tulisan bersama butiran pasir, agar suatu saat dapat terbaca sebagian keluh rinduku tentang kenangan itu.
Kudengarkan kicau itu, berharap terus menetap hingga kian mendekat. Namun kaki tak mampu berhenti dan hidup tak mampu menoleh menungunya